Sejarah Desa

Latar Belakang

  1. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Desa yang disebutkan disini adalah Desa Kayuambon yang terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat Nomor : 146.1/SK.177 – PEMDES/1983 perihal Pemekaran Desa Cibogo (Desa Induk) ke Desa Kayuambon, dan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bandung Nomor : 10/PM.022.1/SK – PEMDES/PJ/1983 perihal Pemekaran Desa Cibogo (Desa Induk) menjadi dua yaitu dengan Desa Kayuambon.
  3. Untuk melaksanakan hal tersebut diatas diadakan musyawarah dengan para tokoh terkemuka RT, RW, Perangkat Desa Cibogo yang langsung dipimpin oleh Camat Lembang, maka terbentuklah Panitia 9 Pemekaran Desa Cibogo pada tanggal 23 Agustus 1983 dengan susunan Kepanitiaan sebagai berikut :
  4. Ketua : Atan Rahmat Dana     (Kepala Desa Cibogo)
  5. Wakil Ketua I : Rahmat R                    (Tokoh Masyarakat)
  6. Wakil Ketua II : S. Hartoyo                   (Tokoh Masyarakat)
  7. Sekretaris I : OR. Kusmana             (Tokoh Masyarakat)
  8. Sekretaris II : Drs. A. Anwari           (Tokoh Masyarakat)
  9. Anggota : A. Entjoem                  (Tokoh Masyarakat)
  10. Anggota : Rd. Rachmat Adinata (Tokoh Masyarakat)
  11. Anggota : E. Suparman                (Tokoh Masyarakat)
  12. Anggota : H. Suryana                  (Tokoh Masyarakat)

Nama Desa Kayuambon sendiri dipilih secara mufakat, yang diambil dari cerita orang tua / sesepuh Desa Cibogo pada waktu itu, menurut sejarah di Desa Cibogo tumbuh sebuah pohon yang bernama “Kayu Ambon” yang ditanam oleh orang Belanda pada tahun 1937, pohon tersebut mempunyai nama latin Trembhesi sedangkan di Indonesia memiliki nama yang berbeda-beda disetiap daerah seperti di Maluku dikenal dengan nama Jati Ambon, di Jawa dikenal dengan nama Angsana dan di Jawa Barat dikenal dengan nama Kihujan. Karena keunikan pohon tersebut baik dari segi  kekuatan maupun bentuknya dan fungsinya kehidupan untuk penghijaun dan menyerap dari polusi karbondioksida.  Maka untuk mengingat sejarah diwilayah desa, maka nama pohon tersebut dijadikanlah nama desa yaitu “Desa Kayuambon”.

(Sumber : Bp. O. R. Kusmana, Tokoh Masyarakat dan  termasuk dalam Panitia 9 Pemekaran Desa  sebagai sekretaris I, Terakhir Menjabat sebagai Sekretaris Desa Kayuambon

Periode 1983 s/d  2005

 

Facebook Comments